Bagaimana Nasib Ivan Perisic Di Bayern Munchen ?

Berita Terbaru Pemain anyar Bayern Munchen, Ivan Perisic, belum dapat menjadi pemain reguler sampai sekarang. Meski begitu, raksasa Bundesliga itu masih berniat untuk menetapkan statusnya di akhir musim kelak.

Seperti yang diketahui, Perisic tiba di Allianz Arena dengan status pinjaman dari Inter Milan. Dia dibawa sebagai kompensasi atas ketidakberhasilan Bayern Munchen bajak pemain andalan Manchester City, Leroy Sane.

Tetapi sampai sekarang, pemain dari Kroasia itu belum juga dapat memberikan keyakinan Niko Kovac menjadi pemain inti Die Bavarians musim ini. Perisic baru mencatat empat tampilan dari tujuh minggu Bundesliga yang sudah teratasi.

Usia Perisic juga sudah mencapai 30 tahun. Dengan begitu, masa bermainnya tidak bertahan lebih lama. Tetapi Bayern Munchen masih ngotot untuk mempermanenkan statusnya di akhir musim kelak.

Bagaimana Nasib Ivan Perisic Di Bayern Munchen ?

Ingin Permanenkan Perisic
Niatan itu di konfirmasi langsung oleh presiden Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge. Tetapi untuk mewujudkan kemauan itu, dia harus menjajaki pertemuan dengan Inter Milan terlebih dulu.

“Ia baru mencetak beberapa gol. [Kingsley] Coman serta [Serge] Gnabry tengah meledak, tetapi Ivan tetap bagus,” papar Rummenigge seperti yang dilansir dari Goal International.

“Saya tidak akan menutup peluang [merekrutnya dengan permanen], ia mempunyai awal yang bagus pada musim ini. Kami mempunyai persetujuan dengan Inter untuk membicarakannya nanti, serta kami akan menilainya dengan sang pemain,” sambungnya.

Masalah Franck Ribery
Perisic direkrut seusai dua winger andalannya, Arjen Robben serta Franck Ribery, memutuskan untuk angkat kaki dari Allianz Arena. Nama terakhir justru pindah ke Italia guna bergabung dengan Fiorentina.

Ribery tampil bagus serta sudah mencatatkan gol waktu Fiorentina menang atas AC Milan dengan skor 3-1 beberapa minggu kemarin. Rummenigge juga memberikan pujian pada cara La Viola memanfaatkan bekas pemainnya itu.

“Montella membuat langkah yang cerdas. Fiorentina bermain dengan dua penyerang serta memberi lisensi pada Ribery untuk menyerang tanpa ada memaksanya bertahan, jadi ia dapat berkonsentrasi lebih ke menyerang,” imbuhnya.

“Melawan Milan ia membuat gol yang luar biaasa. Ia memang tetap bermain dengan benar-benar bagus, dia tidak bermain selama 12 tahun serta menjuarai semua bersama Bayern secara kebetulan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *