Mengapa Di Usia Dewasa Wajahmu Masih Jerawatan

Berita Terbaru Jerawat ialah permasalahan kulit yang benar-benar wajar berlangsung, baik pada lelaki atau wanita. Keadaan ini juga benar-benar normal berlangsung pada mereka yang masih berumur remaja.

Karena itu, banyak yang menanti peristiwa waktu mereka pada akhirnya sampai umur yang cukup ‘dewasa’ dengan keinginan jika jerawat pada saat puber tidak ada. Sayangnya, umur juga tidak selamanya jamin muka mulus dari jerawat.

Jika kamu terhitung dalam barisan yang masihlah punyai urusan dengan jerawat di umur dewasa serta merasakan sebal karena itu, coba identifikasi dengan pas pemicu jerawat. Bisa saja, satu diantara delapan peluang ini sebabnya.

Mengapa Di Usia Dewasa Wajahmu Masih Jerawatan

Depresi
Walaupun terdengar klise, kenyataannya depresi memang seringkali jadi unsur pemicu beberapa masalah kesehatan atau kecantikan terhitung timbulnya jerawat. ‘Pelakunya’ tidak lain ialah hormon kortisol yang alami penambahan sekresi waktu kamu alami depresi akut.

Dermatolog dr. Neal Schultz menerangkan jika waktu kamu depresi, kelenjar adrenal akan melepas hormon kortisol. Analisa memperlihatkan jika produksi itu berlangsung di folikel rambut serta di beberapa tipe beberapa sel kulit.

Memakai produk yang tidak tepat
Mengerti tipe serta keadaan kulit sendiri ialah hal fundamen yang harus kamu punya. Ini akan punya pengaruh pada bagaimana caramu menjaga kulit, termasuk dalam memilih produk yang akan dipakai.

Seperti yang dikatakan dr. Shcultz, bila kamu mempunyai tipe kulit berminyak atau gabungan serta benar-benar rawan pada breakout, produk yang ‘oil-free’, ‘noncomedogenic’, atau ‘water-based’ ialah produk yang bisa kamu pilih. Beberapa produk itu mempunyai peluang lebih kecil untuk tutup pori-porimu hingga efek jerawat menyusut.

Polusi
dr. Schultz menjelaskan jika polusi udara seperti memberikan tambahan susunan yang tidak sehat pada wajahmu. Ini juga semakin lebih beresiko dirasakan bila kamu tinggal di kota-kota besar dengan tingkat polusi udara yang relatif tambah tinggi.

Paparan cahaya UV tingkatkan efek kanker kulit serta penuaan awal seperti bintik hitam serta garis-garis halus. Disamping itu, paparan cahaya matahari dapat membuat jerawat sebab membuat kulit kering. Kulit yang kering akan menghasilkan makin banyak minyak jadi kompensasinya.

Fluktuasi hormon
Dikatakan oleh dermatolog dr. Julia Tzu, fluktuasi hormon sama dengan siklus menstruasi bertindak dalam timbulnya jerawat, khususnya sebab produksi progesteron. Disamping itu, hormon androgen seperti testosteron yang bertambah akan tingkatkan produksi sebum hingga baik lelaki atau wanita juga bisa alami keadaan berjerawat serta di umur dewasa sekalinya.

Bagaimana juga, fluktuasi hormon berlangsung dengan normal pada saat-saat tertentu. Mengenai menurut the American Academy of Dermatology (AAD), periode yang rawan menjadi peristiwa timbulnya jerawat sebab dampak hormon ialah:

-Menjelang waktu menstruasi;

-Saat atau sesudah kehamilan;

-Saat perimenopause serta menopause;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *