Halusinasi vs Delusi, Apakah Sama ?

Berita Terbaru Sekian waktu terakhir, kata halusinasi yang selanjutnya dipersingkat menjadi ‘halu’ ramai dibicarakan masyarakat. Kamu juga kemungkinan jadi salah seseorang yang sering memakai arti itu untuk memvisualisasikan keadaan seseorang. Tetapi, sudahkah kamu betul-betul memakai arti itu dengan pas?

Masalahnya nyatanya ada banyak juga orang yang belum pahami perbedaan halusinasi serta delusi. Sekilas keduanya terlihat mirip, tapi sebetulnya malah mempunyai perbedaan yang cukup kontras.

Halusinasi vs Delusi, Apakah Sama ?

Pemahaman halusinasi
Menurut psikolog Aubrey Moe, halusinasi ialah satu pengalaman sensoris yang berlangsung tanpa stimulus external. Keadaan ini akan berefek pada kapasitas indra satu orang, baik dari sisi pandangan, pendengaran, penciuman, pengecap, atau peraba. Secara singkat, halusinasi dititikberatkan pada indra badan.

Pemahaman delusi
Selain itu, delusi lebih dititikberatkan pada ide, ide, atau keyakinan yang berpusat pada pemikiran. Psikiater dr. Philip R. Muskin menggambarkan delusi sebagai sebuah pertimbangan atau keyakinan yang tidak dipercaya oleh konsensus. Dalam bahasa yang lebih simpel, delusi bisa ditranslate sebagai masalah mental yang membuat penderitanya yakini satu hal yang sebetulnya tidak berlangsung.

Pemicu halusinasi
Halusinasi bisa dikarenakan oleh beberapa hal. Beberapa di antaranya ialah pemakaian bahan atau obat-obatan terlarang yang berbentuk halusinogenik, detoks alkohol, masalah kecemasan serta stres, kurang tidur, migrain, epilepsi, serta gangguan-gangguan kesehatan yang lain.

Pemicu delusi
Delusi pada intinya sebuah penyakit mental. Faktor-faktor efek yang bisa mengubah satu orang alami delusi diantaranya genetis, biologis, serta psikologis.

Apa yang berlangsung waktu satu orang alami halusinasi?
Orang yang sedang berhalusinasi pasti menunjukkan terdapatnya perkembangan emosi atau tingkah laku. Ini bergantung dari sensasi yang dirasakan dan indra mana yang dipengaruhi. Mirip contoh, satu orang yang alami halusinasi visual akan lihat beberapa benda yang sebetulnya tidak berada di hadapannya.

Apa yang terjadi waktu seseorang mengalami delusi?
Seseorang yang mengalami delusi masih bisa melakukan aktivitas seperti orang normal yang lain. Tetapi waktu ada hubungan yang bergesekan serta berseberangan dengan suatu hal yang diyakininya (bergantung tipe delusi apa yang dirasakan), ia akan memperlihatkan perkembangan tingkah laku seperti geram, tersinggung, atau serta menangis.

Penanganan halusinasi
Halusinasi bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan khusus dengan tujuan memperlambat kapasitas otak dan bertindak lain sesuai aspek terpenting pemicu halusinasi. Selain itu, pada masalah khusus dibutuhkan konseling kejiwaan hingga pasien juga bisa turut mengerti keadaan yang sedang dirasakannya.

Penanganan delusi
Penanganan yang dibutuhkan untuk pasien delusional ialah therapy kejiwaan, seperti psikoterapi, tingkah laku kognitif, atau therapy keluarga. Arah therapy ini tidak lain untuk meminimalisir depresi, menolong pasien untuk masih bisa berhubungan, serta membuat intimasi dengan keluarga atau beberapa orang terdekatnya. Disamping itu, pasien umumnya akan dikasih obat-obatan khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *