Virus-Virus Yang Bisa Hidup Pada Wilayah Beriklim Tropis

Berita Terbaru Percaya atau tidak, terdapat beberapa virus yang menyukai menempati wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, lho. Virus ini gampang bertumbuh biak dalam tempat yang lembap dibandingkan dalam tempat yang kering. Cara penularannya bermacam, dapat lewat udara saat bersin, melalui sentuhan, lewat kontak seksual serta transisi cairan badan. Ingin tahu tidak, virus apapun yang gampang bertumbuh biak di wilayah tropis seperti Indonesia? Apakah virus itu beresiko dan memicu berapa kematian setiap tahunnya?

Virus-Virus Yang Bisa Hidup Pada Wilayah Beriklim Tropis

Rotavirus
Apa pemicu diare pada beberapa anak? Tidak lain serta tidak bukan ialah dikarenakan rotavirus! Virus ini menyebabkan diare di bayi serta beberapa anak dan bertanggungjawab atas 215.000 kematian tiap tahun, papar situs Mayo Clinic. Sesudah dua hari terkena virus, akan ada pertanda infeksi, seperti demam, muntah serta diare sepanjang 3-8 hari.

Bila tidak diatasi dengan serius, diare ini akan menyerap semua cairan di badan serta membuat satu orang dehidrasi kronis. Bukan itu saja, diare akan membuat satu orang muntah, susah makan, lemah serta pusing. Langkah penyebaran rotavirus ialah kontak dengan orang yang terinfeksi atau benda serta makanan yang terkontaminasi feses.

Lassa mammarenavirus
Di rumahmu ada tikus? Berhati-hati, sebab tikus ini dapat jadi agen penyebaran Lassa mammarenavirus! Satu orang dapat terserang virus ini bila makanan atau beberapa barang mereka terkontaminasi dengan urine atau kotoran tikus yang sudah terinfeksi, jelas situs World Health Organization. That’s why, kamu harus rajin-rajin bersihkan rumah.

Virus ini bertumbuh biak secara cepat di negara tropis, terutamanya di benua Afrika. Seramnya , virus ini dapat menyerang ginjal, hati serta limpa.

Yang mengagetkan, 80 % orang yang terinfeksi tidak memperlihatkan tanda-tanda apa saja. Direncanakan, virus pemicu demam Lassa ini membunuh 5.000 orang tiap tahunnya.

Virus dengue
Virus ini tentu tidak asing di telingamu. Yep, virus dengue (DENV) ialah pemicu penting penyakit demam berdarah. Virus ini menebar secara cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Nyamuk yang sama ialah agen penebar penyakit chikungunya, Zika virus serta demam kuning, jelas situs World Health Organization.

Jika tidak diatasi, tingkat kematian karena demam berdarah melompat jadi 50 %. Sementara, jika diatasi, tingkat kematian ini akan turun jadi 2-5 % saja. Barisan yang rawan terserang demam berdarah ialah beberapa anak dibawah umur 15 tahun. Jadi mencegah, dapat dikerjakan dengan fogging untuk membunuh nyamuk.

Virus ebola
Virus ebola mempunyai nama lain Zaire ebolavirus. Pucuk wabah ebola berlangsung pada tahun 2014-2016 di Afrika Barat. Virus ebola dapat menebar melalui darah serta cairan badan orang yang sakit atau wafat karena penyakit ini, tutur situs World Health Organization. Bukan itu saja, ebola dapat juga menyebar melalui muntahan serta feses orang yang terinfeksi.

Waktu inkubasi virus ini ialah 2-21 hari, sebelum memperlihatkan tanda-tanda khusus. Gejalanya adalah demam, pusing, sakit tenggorokan, kecapekan serta ngilu otot. Lantas, orang itu akan alami diare, ruam, keluar darah di muntah atau feses sampai masalah peranan ginjal serta hati. Ada lebih dari 11.000 orang wafat karena ebola per tahun, papar CNN.

Virus Marburg
Kemungkinan, virus Marburg tidak setenar virus-virus lain yang sudah disebut. Hewan sebagai inang reservoir virus ini ialah Rousettus aegyptiacus alias kelelawar buah Afrika. Virus ini secara cepat disebarkan lewat transisi cairan badan, seperti darah, sekresi, kulit yang terbuka, lendir, organ dan lain-lain, sebut situs World Health Organization.

Jika satu orang telah terjangkit virus, mereka akan rasakan beberapa tanda-tanda. Seperti demam tinggi serta sakit kepala berat. Disamping itu, mereka alami diare yang condong berair, muntah, sesak serta kram perut. Umumnya, kematian akan berlangsung pada hari ke-8 sampai ke-9 sesudah tanda-tanda ada, karena kehilangan darah dalam jumlahnya besar.

Arbovirus
Tidak cuma tikus serta kelelawar, virus sering disebarkan melalui serangga. Arbovirus ini disebarkan oleh serangga sejenis arthropoda, seperti kutu serta tungau. Serta, seperti yang dapat ditebak, virus ini disebarkan dari serangga ke manusia lewat gigitan. Menurut situs Medical News Today, ada seputar 130 tipe arbovirus di penjuru dunia.

Arbovirus gampang bertumbuh di negara beriklim tropis, seperti Afrika Selatan. Virus ini menyebar melalui transfusi darah, kontak seksual, transisi cairan badan, transplantasi organ sampai kelahiran, dari ibu ke anak. Minimal, virus ini membuat 12.000 kematian di penjuru dunia, papar situs Science Direct. Banyak juga, ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *